Diduga 1,2 M Dana Konsumsi SMA Siwa Lima Diselewengkan

Diduga 1,2 M Dana Konsumsi SMA Siwa Lima Diselewengkan

Diduga 1,2 M Dana Konsumsi SMA Siwa Lima Diselewengkan

Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Filma yang berlokasi di jalan Nn Saar Sopacua OSM

Ambon Rabu (18/6/2014) mewisuda 9 orang siswa.

Hadir dalam acara wisuda tersebut Pengelola PAUD Filma Ny. Rina Wattimena, S.Sos dan staf pengajar, Kepala Seksi PAUD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Provinsi Maluku Nety Badriyah, S.Pd. MT, Kepala Seksi PAUD Dinas Dikpora Kota Ambon Mada Hendriks, Penilik PAUD Kecamatan Nusaniwe Dely Lekidalila, Orang tua siswa dan 9 siswa yang diwisudakan.

Pengelola PAUD Filma Ny. Rina Wattimena, S.Sos dalam laporannya mengatakan, PAUD Filma yang dipimpinnya beru berusia 4 tahun dan sudah 4 kali melaksanakan wisuda.

Tahun 2014 ini merupakan wisuda angkatan ketiga, karena angkatan pertama wisudanya

bergabung dengan PAUD yang dikelola oleh PKK Provinsi Maluku.

Dikatakan, jumlah siswa PAUD Filma Tahun Ajaran 2013/2014 sebanyak 16 siswa yang wisuda 9 siswa dan mereka akan pindak ke tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), sedangkan sisanya belum wisuda karena belum cukup umur (umur mereka baru 3-4 tahun).

Hasil atau nilai dari 9 siswa PAUD Filma yang diwisudakan tahun 2014 ini semuanya baik karena anak-anak ini memiliki potensi dan kecerdasan masing-masing.

Sebelum 9 siswa ini diwisuda, mereka mengungkapkan cita-cita mereka ada yang ingin jadi Dokter, Guru, Polisi, Pilot, Pendeta, Perawat dan Polisi Lalu Lintas dan ini merupakan sebuah Doa.

Kepala Seksi PAUD Dinas Dikpora Provinsi Maluku Nety Badriyah, S.Pd. MT

mewakili Kepala Dinas mewisuda 9 siswa PAUD Filma.

Dalam arahannya Badriyah katakan, anak usia 0-5 tahun merupakan usia emas jika kita tidak membinanya dengan baik maka akan mempengaruhi emosional anak.

Untuk itu dimintakan kepada baik pengelola maupun para pengajar PAUD Filma untuk selalu membangun komunikasi dengan baik agar dapat membina dan mendidik siswa dengan baik pula.

Dikatakan, wisuda adalah momen puncak dari hasil kerja keras baik orang tua, pendidik dan anak untuk mengevaluasi perjuangan selama beberapa tahun lalu.

Anak-anak ibarat kertas putih, jika ditulis dengan baik maka hasilnya akan baik namun, jika ditulis dengan tidak baik (jelek) maka hasilnyapun akan jelek dan semuanya itu tergantung pada orang tua dan guru.

Setiap anak memiliki potensi diri untuk itu, orang tua harus menggiring anak-anak sesuai dengan talenta, emosional, kecerdasan dan potensi anak itu sendiri, sehingga 30 tahun yang akan datang meraka akan menjadi pemimpin yang baik.

Diharapkan, pendidikan PAUD jangan sekedar mendidik saja namun harus lebih banyak mencari informasi soal pembelajaran PAUD yang semakin berkembang, untuk meningkatkan kreatifitas pendidik.

Selain itu, pendidikan PAUD harus memiliki inovasi dan kreasi yang produktif untuk meningkatkan mutu PAUD pada tahun-tahun yang akan datang seperti : akses pelayanan, mutu serta tata kelola yang baik untuk menunjang kualitas Sumber Daya Manusia

Baca Juga :

Tags: