Mendikbud Ingatkan Pejabat dan Pegawai Bekerja Berlandaskan Ketuhanan

Mendikbud Ingatkan Pejabat dan Pegawai Bekerja Berlandaskan Ketuhanan

Mendikbud Ingatkan Pejabat dan Pegawai Bekerja Berlandaskan Ketuhanan

Kemendikbud — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)

Muhadjir Effendy melantik 164 pejabat yang terdiri dari pejabat eselon 2, 3, dan 4 di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dalam sambutannya, Mendikbud mengingatkan para pejabat dan pegawai Kemendikbud untuk bekerja dengan menggunakan paradigma yang berlandaskan pada ketuhanan.

“Setiap kata pengantar atau kalimat sumpah jabatan dalam pelantikan pasti bersandar kepada Tuhan. Jadi kalau kita melakukan penyimpangan, itu karena kita suka lupa pada Tuhan. Marilah kita bangun Kemendikbud ini dengan paradigma prophetic atau ke-Illahi-an,” ujarnya saat acara pelantikan pejabat di Plasa Insan Berprestasi Kemendikbud, Jakarta, (2/3/2017).

Mendikbud juga mengimbau para pejabat dan pegawai untuk selalu berdoa

setiap menjalankan amanah atau akan memulai suatu pekerjaan. Ia mengatakan, salah satu tujuan dari berdoa itu adalah untuk meminta kepada Tuhan, agar diberikan petunjuk mengenai hal-hal yang benar dan tidak benar.

“Karena kita tidak tahu mana yang benar dan yang salah secara sungguh-sungguh. Yang kita anggap benar belum tentu benar. Begitu juga yang kita anggap salah belum tentu salah. Hanya Tuhan yang maha tahu,” tutur mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Ia juga mengingatkan semua pihak agar bekerja dengan niat memberikan pelayanan

yang terbaik untuk masyarakat, dan membela kepentingan rakyat. “Mari kita rangkul semua perbedaan, semua fragmen, menjadi mozaik yang direkat dengan indah,” katanya.

Mendikbud mengakui, Kemendikbud belum menjadi instansi pemerintah yang sempurna. Namun, posisi Kemendikbud dinilai cukup baik di antara kementerian/lembaga lain. Ia mengingatkan para pejabat dan pegawai, bahwa target Kemendikbud adalah menjadi kementerian yang terbaik dan terbagus.

“Di sini kita mengelola dan menangani sektor pendidikan dan guru. Sumber dari segala muara yang ada di pemerintahan atau negara ini adalah pendidikan. Seseorang dipromosikan jadi pejabat karena pendidikan. Kita bisa bekerja juga karena pendidikan. Kalau sumber atau hulunya bersih, maka insyaallah hilirnya juga bersih,” tuturnya.

Dalam pelantikan kali ini, pejabat eselon 2 yang dilantik adalah Dr. Ir. Ari Santoso, DEA, sebagai Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM). Sebelumnya Ari Santoso menjabat sebagai Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom). Sementara itu, 163 pejabat lain yang dilantik merupakan pejabat eselon 3 dan 4, antara lain para kepala unit pelaksana teknis (UPT) Kemendikbud di daerah. (Desliana Maulipaksi)

Sumber :

https://sel.co.id/

Tags: